TAQWA

Lima hari yang lalu(24-25 Oktober 2009) aq diamanahkanNya tuk menemani peserta training Self Controlling & Colaboration (SC2) perdana yang diadakan oleh ESQ pada IHT Mendiknas.

Alhamdulillah… dua hari lain yang berkesan dalam hidupq, yang begitu dipenuhi oleh anugerahNya (karena ilmu dan hikmah adalah anugerahNya). Dan salah satu dari sekian banyak ilmu baru itu adalah ketika sampai berita HARI PENGHISABAN, yang membuatq tertegun, tersentak, tercekam dan tersadar…. Ya ALLAH.. smoga sejak hari itu Kau kokohkan langkah- langkah kecil ini Ya ALLAH …

A’udzubillahiminasyaithanirajim

Bismillahirahmanirahim

“Ya Tuhan kami, janganlah engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”

(QS Ali Imran (3) ayat 8)

Sahabat… sungguh dahsyat berita HARI PENGHISABAN itu, ketika stiap diri sibuk dengan dirinya masing- masing karena harus mempertanggungjawabkan sluruh tindakannya selama diberi kesempatan hidup di muka bumi sampai ajal (batas waktu)nya tiba. Lalu setiap diri ditanya bekal apakah yang kau bawa? Dan sebaik- baik bekal adalah TAQWA.

Sahabat… izinkanlah kali ini qsampaikan hal ini (smoga  qt istiqamah dalam melaksanakannya ya…)

A’udzubillahiminasyaithanirajim

Bismillahirahmanirahim

Dia menurunkan para malaikat membawa wahyu dengan perintahNya kepada siapa yang Dia kehendaki diantara hamba- hambaNya, yaitu, “Peringatkanlah (hamba- hambaKu), bahwa tidak ada Tuhan selain Aku, maka hendaklah kamu berTAKWA kepadaKu.”

Lalu apakah TAQWA itu? Dan TAQWA yang BENAR versi ALLAH seperti apakah?

Subhanallah… hanya dalam hitungan hari saja Ia  jawab pertanyaan- pertanyaan itu. Alhamdulillahhirabbil’alamin…

Sahabat… TAQWA menurut ulama adalah:

* melaksanakan perintah ALLAH dan menjauhi laranganNya

* berlindung pada taat ALLAH dari hukumannya

* menjaga diri dari apa saja yang mengundang hukuman ALLAH

* menghindari dari segala tata karma syariat

* takwa pada ketaatan berarti ikhlas dan pada maksiat berarti tidak melakukannya

(catatan Gus Mus: Dia, Saya dan Takwa)

 Lalu TAQWA yang BENAR versi ALLAH seperti apakah? (Dan jawabannya pastilah ada di dalam QalamNya)

 TAQWA yang BENAR adalah:

A’udzubillahhiminasyaithanirajim

Bismillahhirahmanirahim

Kitab ini (Al Qur’an)  tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang berTAQWA (muttaqien),

(yaitu) mereka yang berIMAN kepada yang ghaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka,

dan mereka yang berIMAN kepada (Al Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab- kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.

(QS Al Baqarah (2) ayat 2-4)

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang- orang yang berTAQWA (muttaqien),

(yaitu) orang- orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang– orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang- orang yang berbuat kebaikan,

dan (juga) orang- orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat ALLAH, lalu memohon ampun atas dosa- dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa- dosa selain ALLAH? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.

(QS Ali Imran (3) ayat 133- 135)

Wahai manusia!  BerTAQWAlah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan menciptakan pasangannya dari (diri)nya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki- laki dan perempuan yang banyak. BerTAQWAlah kepada ALLAH yang dengan namaNya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya ALLAH selalu menjaga dan mengawasimu.

(QS An Nisa (4) ayat 1)

Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah orang yang berIMAN kepada ALLAH, hari akhir, malaikat- malaikat, kitab- kitab dan nabi- nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang- orang miskin, orang- orang yang dalam perjalanan, peminta- minta dan memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan SHALAT dan menunaikan ZAKAT, orang- orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang SABAR dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang- orang yang benar, dan mereka itulah orang- orang yang berTAQWA.

(QS Al Baqarah (2) ayat 177)

Allahumma a’ini ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika…

A’udzubillahhiminasyaithanirajim

Bismillahhirahmanirahim

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang penolongpun bagi orang yang zalim.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,” maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa- dosa kami dan hapuskanlah kesalahan- kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang- orang yang berbakti.

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah engkau janjikan kepada kami melalui rasul- rasulMu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji.”

(QS Ali Imran (3) ayat 192- 194)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s