RASA SYUKUR ITU

Tiga hari yang lalu (tepatnya tanggal 26 April 2009) aq bertemu seorang Bunda yang tawadhu’. Ia hanyalah seorang biasa yang berdakwah dengan cara menjual jilbab di event training sebuah lembaga yang kucintai.

Ia mengajarkanq berSYUKUR atas sluruh ujian yang Allah berikan, ia mengatakan ALLAH SAYANG BANGET SAMA KAMU, SAYANGNYA ITU BERLEBIH- LEBIH SEHINGGA UJIANNYAPUN LEBIH, Subhanallah….Alhamdulillah…

Kemudian ia mengatakan, ” Katakan saja padaNya… Trima kasih Ya Allah atas sluruh ujian ini… masih Kau uji aq, Engkau begitu sayang padaq… ”

Bertrima kasihlah pada Allah sambil tersenyum, katanya….

 Hasilnya … Subhanallah… hatiq menjadi begitu lapang dan tenang.

Aq bahkan sempat mengatakan padanya, ” Gimana ya Bun.. Kita tahu itu semua dari Allah dan kita yakin akan hal itu, tapi kadang masih terselip… tapi….”

Nah beliaupun mengatakan… wajar ya, karena kita manusia. Tapi ketika terlintas perasaan itu… langsung tarik nafas dalam dan beristigfar lah. Rasulullah SAW selalu ber ISTIGFAR, kt beliau lagi.

Subhanallah, di hari itu aq dituntunNya untuk MELEPAS SLURUH BEBAN yang qrasa. Sederhana sesungguhnya, tapi sering luput q lakukan. Ibaratnya teorinya tahu tapi belum diamalkan… :-)… Smoga Ia mengampuniq, karena masih ada rasa ‘berat’ menjalani sluruh ujian yang HARUSNYA TLAH BERLALU dalam hidupq ini.

Saat itupun sang Bunda bercerita bahwa btapa UJIAN hidupnya beraaaat sekali. Seringkali aq pun merasa demikian, stiap aq bercerita dengan seseorang yang sedang berada dalam UJIAN Nya selalu saja mereka berkata bahwa UJIAN yang mereka alami amat berat…

Subhanallah… dari sanapun aq belajar… ternyata qt tak boleh mengeluh dan merasa kalau UJIAN hidup qt lah yang paling berat, karena masih banyak orang lain yang mungkin mempunyai UJIAN hidup lebih berat dari kita.

A’UDZUBILLAHI MINASYAITHANIRAJIM

BISMILLAHHIRAHMANIRAHIM

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdo’a), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau  bebankan kepada orang- orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang- orang kafir.”

SHADAQALLAHUL’ ADZHIM…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s