CINTA TERTINGGI DALAM KEHIDUPAN

Cinta … satu kata yang membuat hati tergetar. Tergetar manakala ingat yang dicinta, tergetar manakala sedang jatuh cinta. Cinta mampu menghadirkan energi yang luar biasa bagi orang- orang yang sedang jatuh cinta. Cinta sesungguhnya merupakan perwujudan 2 (dua) diantara 99 (sembilan puluh sembilan) asma Allah (asma’ul Husna) Yang Mencinta melalui asmaNya, Kasih& Sayang (Rahman Rahhim) . Di dalam Al Qur’an Surat Ar Rum (30) ayat 21, Alah berfirman:

A’udzubillahhiminasyaithannirajim

Bismillahhirahmanirahhim

Dan diantara tanda- tanda (kebesaranNya) ialah Dia menciptakan pasangan- pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda- tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

Shadaqallahhul’adzhim …

Sudah fitrahnya/ sunatullah kalau ternyata dalam hidup kita ini akan ada pasangan dari jenis kita sendiri. Dan Allah pulalah yang akan menurunkan rasa kasih dan sayang itu, yang merupakan perwujudan asmaNya Ar Rahman (Maha Pengasih), Ar Rahhim (Maha Penyayang). Karena itu kenapa pula harus kita tolak rasa itu?

Dan Rahman Rahhim … inilah cinta yang sesungguhnya.

Tapi siapakah yang sepatutnya kita cintai? Siapakah yang pasti takkan membuat kita kecewa jika kita cintai? Yang takkan pernah meninggalkan kita sekejappun meski kita selalu saja mengecewakannya dengan tidak mendengarkan apa- apa yang dikatakannya kepada kita (yang pastilah berisi kebaikan kepada kita)? Yang takkan melupakan kita meski kita lupa padanya? Yang cintanya berkekalan dan takkan pernah hilang melainkan kan slalu abadi?

Jawabannya sesungguhnya ada di dalam peta kita. Yuk kita buka peta kita (Al Qur’an) yang telah ditinggalkan Rasulullah SAW, yang pabila kita pegang akan membuat kita tidak tersesat.

Di dalam Al Qur’an Surat As Saffat (37) ayat 102- 109 Allah memberitahukan kita bagaimanakah mencinta yang seharusnya, yang takkan membuat kita kecewa:

A’udzubillahhiminasyaithannirajim …

Bismillahhirahmanirahhim

Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Isma’il) menjawab, “Wahai Ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.(102)
Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah).(103)
Lalu Kami panggil dia,”Wahai Ibrahim!(104)
sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang- orang yang berbuat baik.(105)
Sesungguhnya ini benar- benar ujian yang nyata.(106)
Dan Kami tebus anak itu dengan dengan seekor sembelihan yang besar.(107)
Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang- orang yang datang kemudian,(108)
“Selamat sejahtera bagi Ibrahim”(109)

Nah … begitulah mencinta yang seharusnya. Hanya meletakkan tinggi Allah di hati kita. Hanya Allah yang pantas dicintai. Ketika kita mencintai orang tua, suami/ istri, anak- anak itupun hanyalah karena Allah, artinya ketika mereka mengecewakan kita karena apa yang tlah kita perbuat jika mencinta karena Allah kita takkan jadi kecewa, ketika ada yang tak kita sukai, karena kita mencintai mereka karena Allah kita justru akan melihat sifat- sifat baik yang tlah ditiupkan Allah kepada yang kita cintai, sehingga kitapun tidak membenci mereka. Indah bukan cinta dalam bingkai  way of life, JALAN KESELAMATAN (ISLAM) … Hmm …

 Karena semua yang di bumi itu akan binasa, kecuali Allah SWT. Hal inipun tlah ditegaskan Allah dalam QS Ar. Rahman (55) ayat 26-27:

A’udzubillahhiminasyaithanirajim

Bismillahhirahmanirahhim

Semua yang ada di bumi itu akan binasa,

tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal

Shadaqallahhul’adzhim …

Mengulang apa yang slalu disampaikan guruq, Bp Ary Ginanjar Agustian … “Allah tidak melarangmu mencintai hartamu, suami/ istrimu, orang tuamu, anak- anakmu, pekerjaanmu… tapi letakkanlah semua itu di tanganmu, karena satu saat dia akan binasa, hilang … tapi letakkanlah tinggi di hatimu hanya Allah SWT, karena hanya Allah yang kan abadi.”

Jika kita meletakkan tinggi di hati kita yang selain Allah, pastilah kita kan merana, kita kan kecewa, kita kan kesakitan ketika ia raib/ hilang/ pergi. Dan pastilah satu saat ia akan pergi, suamikah/ istrikah, anak- anakkah, orangtuakah. Karena setiap yang bernyawa pasti akan mati kan?

Karena itu mari kita tilik kembali/ sadari kembali/ terjun ke dalam hati kita kembali (wukuf). Siapakah yang sesungguhnya tlah kita letakkan tinggi selama ini di hati kita. Jika bukan Allah yang kita letakkan tinggi (tidak benar sesuai tuntunanNya) peta kita, peta yang dibuat oleh Pencipta, Yang Mencipta kita, yang tahu detail seluruh spare part kita … cepat – cepatlah putar haluan, balik arah … agar kita tak kecewa, agar kita tak merana ketika kita kehilangan. Karena dengan Allah kita takkan pernah kehilangan, karena hanya Allah sajalah yang abadi. Jika kita hanya mencintai Allah serta mencinta karena Allah, yang ada pastilah hanya kebahagiaan, keindahan dalam mencinta.

Hati diliputi oleh bahagia, karena Ia pastilah mengerti kita, kebutuhan kita

Hati dipenuhi dengan keindahan dan kedamaian dalam memandang sgala hal

Stiap yang dilihat pastilah indah

Bahkan alampun ikut- ikutan menjadi indah ketika kita sedang mencintaNya

Ya Allah … Kumohon cintamu …

Cinta orang- orang yang mencintaimu dan amal kebajikan yang membawaku kepada cintamu

Ya Allah …

Jadikanlah cintaMu lebih aku cintai

Daripada diriku sendiri, keluargaku bahkan air yang dingin …

Amin Ya Allah … Ya Rahman … Ya Rahhim … Ya Mujib …

8 thoughts on “CINTA TERTINGGI DALAM KEHIDUPAN

  1. Adakah Cinta, selain untuk Allah dan RasulNya…3:31
    Jangan-jangan kita baru ada di terminal ‘seakan-akan mencintai’ 9:24;2:165
    Selamat menempuh perjalanan menuju yang Patut Dicinta..84:6

  2. Shadaqallahhul’adzhim …
    Asyhadu anla illaha illallah …
    Wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah …
    Allahumma shali ‘ala Muhammad wa ‘ala ‘ali Muhammad …
    Trima kasih ya Allah … tlah Kau tunjuki jalan – jalanMu …
    Amin Ya Allah …

  3. Ketika cinta hadir, tdk ada daya dan kekuatan untuk menolakNYA..
    Susah senang, pahit manis, lapang sempit bisa jd menyembuhkan atau membuat sakit, t’gantung bgmn menyikapinya.
    Kami mohon daya ya ALLAH, agar tdk mengkhianati-MU SANG MAHA CINTA.. Amin y ALLAH

  4. Amin Ya Allah … smoga Kau catat kami sebagai pencintaMU yang sejati duhai Rabb … Jangan pernah lepaskan kami dalam nestapa karena kehilangan cintaMu … Amin …

  5. Pingback: Sampai di terminal cinta ’seakan-akan’ « nakjaDimande

  6. Pingback: Sampai di terminal cinta ’seakan-akan’ « nakjaDimande

  7. Ya Allah… sesungguhnya Engkau telah mengetahui, hati ini tlah berkumpul dalam kecintaan kepadaMu (amin)… ma’rifat dan dakwah di jalanMu (amin).. Maka kuatkanlah ikatannya Ya Allah, tunjukilah jalan- jalanNya dan kekalkanlah Ya Allah…
    Amin…
    Tks Sahabat2q… tuk slalu dihadirkanNya mendampingiq, menempuh perjalanan yang terjal dan berliku ini, tuk mau mengerti dan menerima aq apa adanya aq…
    Tks Ya Allah… Kau berikan aq sahabat2 yg dengan dayaMu slalu mengingatkanq tuk mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran.

    ALHAMDULILLAHHIRABBIL’ALAMIN…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s