INDAHNYA SILATURAHHIM

Hari ini aq berkumpul dengan keluargaq di PIKA (di rumah Ibu Linda Ary Ginanjar Agustian). Subhanallah … Ternyata silaturahhim itu memang indah. Bahkan ada yang mengatakan dengan silaturahhim bisa memperpanjang umur dan memperbanyak rezki.

Apa sih silaturrahhim/ silaturahmi itu? Ternyata silaturahhim itu berasal dari kata shilatun = sambung= menyambung= connect dan Rahhim= salah satu asma Allah yang artinya sayang ( Ar Rahhim= Maha Penyayang) atau menurut pengertianq yang awam ya sambung hati atau sambung rasa atau sambung sayang.

Gimana nggak indah coba? Wong artinya aja sambung hati/ rasa/ sayang. Contoh saja hari ini, saat aq bertemu sahabat – sahabatq di PIKA, hatiku terasa bahagia melepas rindu karena berada dekat dengan orang- orang yang bersih hatinya, bersih jiwanya, yang satu irama, satu hati dan satu langkah dalam mendampingi suami mereka meneruskan syi’ar jalan keselamatan, meneruskan tongkat perjuangan Rasulullah SAW, the way of life, ISLAM dengan cara yang mereka mengerti, bisa dan mampu, melalui the ESQ way 165 (Ihsan, Iman, Islam).

Begitu pula pabila aq sedang bersama keluargaku, sahabat- sahabatq di Yayasan Ihsan Nurani atau disingkat menjadi YIN  (Bukittinggi) yang waw … Subhanallah … yang satu ini sih spesial buanget karena super zuper satu frekuensi (belum diomongin juga dah nyampe pesan/ ‘message’ dari hatiq, nyampe banget ke mereka kalau aq sedang sedih atau sedang bahagia). Bersama keluarga spiritualq ini aq bisa menjadi diriq sendiri, bahu membahu dalam menempuh perjalanan hidup ini. Ya persis seperti yang dikatakan Allah dalam surat Al Ashr itu :

A’udzubillahhiminassyaithannirajim

BismillahhiRahmanniRahhim

1. Demi masa

2. Sesungguhnya manusia itu benar- benar berada dalam kerugian

3. kecuali orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Ada lagi yang spesial disamping keluarga PIKA dan YINq yaitu keluargaq di shalat khusyu’ atau SHALAT CENTER. Disini lebih dalam lagi pemaknaan hidup yang kudapat, disinilah aq memahami makna  dan mengenal Allah yang sesungguhnya. 

Ibaratnya nih ESQ itu starter kitq, YIN itu ‘tongkat musaq” dan shalat kusyu’ itu kawah candradimukaq.

Subhanallah indah dan dahsyat bukan silaturahhim yang kujalin sejak aq mulai dikenalkan Allah dengan jalan kebenaranNya,  jalan keselamatanNya, ISLAM. Beranekaragam warna yang masuk dalam hidupq dan bahu membahu mewarnai diriq dan perjalananq.

Starter kitnya itu ya ESQ pada bulan Juni tahun 2006 yang lalu (Training Proffesional Angkatan 14, PAdang) yang berlanjut dengan persahabatanq dengan teman- teman sehati yang bela- belain nge ‘charge‘ ESQ dari Bukittinggi ke Padang setiap bulannya, bahkan ampe ngebohongin kedua orangtuaq (Astagfirullah al adzhim … mohon maafkan And ya Ayahq, Ibuq … soalnya And haus dan butuh banget dekat dengan Allah yang waktu itu hanya bisa And dapatkan di ESQ, karena And merasa masa sih tidak boleh And meluangkan waktu 3 hari full aja dalam seminggu, dari jam 7 pagi sampai 5 atau 6 sore  untuk bermunajat kepada Allah, menghisab diri sebelum dihisabNya di Yaumil Mahsyar, menangis dan menumpahkan rindu kepadaNya pada saat training ESQ itu) hingga aq dipertemukan Allah dengan shalat khusyu’ pada TOT nya bulan Mei 2007 di Cibubur (hingga saat tulisan ini dibuat telah 4 kali aq mengikuti pelatihan/ TOT/ sanlat Ramadhan dan Rakernas Shalat Khusyu’ , 17 RAmadhan 1428 H, 5-6 Ramadhan 1429 H dan 17 Januari lalu).

Pertemuanq dengan shalat khusyu’ adalah jawabanq yang mencari Allah saat itu setelah berkali – kali aq bela – belain nge’charge’ ESQ dari Bukittinggi ke Padang, menempuh perjalanan ba’da shalat subuh selama 2 (dua) jam, bahkan pernah sendirian hanya untuk mencari Tuhanq bahkan sampai – sampai nyaris aq mau ikut suluk (bahasa Minang) untuk mempelajari sifat- sifat Allah. Padahal pernah seorang hamba yang q jumpai di lapangan kantin Bukittinggi saat upacara hari KORPRI di tahun 2007 mentertawakanq dan mengatakan:  “Ngapain jg ibu mencari- cari Allah, Allah itu nggak perlu dicari. Ya itu tu … Allah (sambil ia mentertawakanq, aq merasa saat itu Allah pun sedang mentertawakanq). Yang perlu ibu bangun adalah rumahnya Allah/ Arsy nya Allah di hati ibu.

 Subhanallah … ternyata Allah itu nggak jauh lho.

Allah Maha Meliputi segala sesuatu

Nah dari rangkaian berbagai silaturahhim itulah aq semakin tegar dan kuat menjalankan hidupq yang hanyalah sebuah safar/ perjalanan. Karena hidup ini adalah safar seperti yang dipahamkan Allah kepadaq melalui guruq (jika beliau mengizinkan aq menjadi muridnya), Bapak Abu Sangkan. Yang q tahu dan q mengerti saat ini memang hidupq ini adalah safar menuju perjumpaan yang abadi dengan Dzat Yang Maha Kekal, Yang Maha Hidup, yang Maha Dzahir dan Maha Bathin, yang memiliki 99 Asma’ul Husna dan safarq di bumi itu tidak lain dan tak bukan adalah untuk MENGABDI KEPADA ALLAH. Karena Allah berfirman :

Tidak Kuciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah/ mengabdi kepadaKu

Buah silaturrahim itupun bagiq adalah ilmu yang mudah- mudahan bermanfa’at disamping kekuatan hati di atas. Membeningkan jiwaq. Bahkan bukan hanya ilmuNya saja yang dipahamkan Allah berkat silaturahhim itu bahkan “way” atau jalan- jalan keselamatanNya yang disampaikanNya melalui hamba- hambaNya yang berjumpa denganq, bahkan kadang Allah menegurq, mengingatkanq melalui orang orang di sekitarq yang sambung hati denganq.

Itulah indahnya silaturrahim bagiq. Pabila aq  dekat mereka aq bagaikan seorang pengembara yang kehausan di tengah padang pasir tandus dan gersang yang amat luas, kemudian aq menemukan mata air jernih di tengah padang pasir itu hingga lepaslah dahagaq.

Seperti itulah yang q rasakan. Btapa aq beruntung dan bersyukur kepada Allah karena tlah mengelilingiq dengan orang- orang beriman yang membuat hatiq tentram, bahagia dan lapang.

Memang kuasa Allah lah yang menjadikan seseorang itu lapang ataupun sempit dalam hidupnya. (QS)

Sebagaimana Allah jualah yang tlah mengilhamkan jalan kebaikan/ taqwa dan kefasikan/ fujur (QS Asy Syams).

Ya Allah … Btapa ingin kuslalu bersama mereka, bersama orang- orang yang tlah Kau beri ni’mat. Karena itu kuhaturkan sebait do’a ini padaMu, aq YAKIN … Engkau pasti saat ini sedang mendengarkanq, menatapq karena itu q mohon kabulkanlah do’a ini Ya Allah. Karena Engkaulah As Sami’  (Yang Maha Mendengar), Al Bashir (Yang Maha Melihat)  dan Al Mujib (Yang Maha Mengabulkan).

Ya Allah …

Kumohon cintaMu, cinta orang – orang yang mencintaiMu dan amal kebajikan yang membawa aku kepada cintaMu …

Ya Allah …

Jadikanlah cintaMu lebih aku cintai daripada diriku sendiri, keluargaku dan bahkan air yang dingin.

Wasalallahu ‘ala Muhammad wa ‘ala ‘ali Muhammad…

Amin …

Dan aq merasa aq butuh silaturahhim dengan orang- orang yang beriman, berilmu dan beramal seperti mereka.

One thought on “INDAHNYA SILATURAHHIM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s