HUJAN

HUJAN …. satu kata yang ternyata bermakna dalam. Ia ternyata sungguh – sungguh berkah dari Allah bagi tanah tandus dan kering, bagi tumbuh- tumbuhan, pepohonan dan bunga – bunga dan tentu saja untuk MANUSIA. Bukankah Allah mengatakan “kami turunkan air hujan dan dengan air hujan itu Kami tumbuhkan tumbuh- tumbuhan di muka bumi.”
Baru kali ini aq tersadar betapa bahagia dan gembiranya tumbuh- tumbuhan ketika air hujan itu diturunkanNya, dengan dibantu angin yang mengerti kebahagiaannya, mereka meliuk liuk menari gembira menyambut anugrah yang turun bagi mereka, bagaikan pengembara di tengah padang pasir tandus yang kehausan dan sangat kehausan kemudian menemukan air di tengah padang pasir tandus itu. Lihatlah betapa mereka menari riang, melambai lambaikan dedaunannya bahkan bunga yang tadinya kuncuppun merekah.

Dan untuk siapakah sesungguhnya semua itu? Tak lain dan tak bukan adalah untuk MANUSIA itu sendiri. Dengan bunga- bungaan yang mekar mewangi hati mereka kan bahagia memandang dan menciumi wanginya. Dan dengan buah buahan yang matang, perut merekapun menjadi kenyang.

Tapi coba lihat. Btapa banyak yang menggerutu ketika hujan itu turun, karena pabila ia turun dengan derasnya akan terjadi banjir (Bukankah itu tlah kufur ni’mat?). ASTAGFIRULLAH AL ADZHIM ….

BANJIR??? karena ulah siapa pulakah itu? Bukankah ulah segelintir umat manusia itu sendiri yang membabat habis hutan yang ada untuk mendapatkan untung sesaat, yang membuang sampah semabarangan di jalanan dan sungai sehingga menghambat alirannya yang menuju laut. Ulah sekelompok manusia yang tlah merugikan kelompok besar masyarakat. Lihatlah egois bukan mereka???

Nah … Jangan salahkan hujan yang turun ke bumi yang sesungguhnya anugrah terindah bagi sluruh  makhluk. Jangan salahkan awan yang mendung yang membawa air hujan yang kan turun. Tapi nilailah diri yang tlah membuat kerusakan di muka bumi.

Allah tak pernah zalim tapi manusia, tapi manusia itu sendirilah yang tlah menzalimi dirinya sendiri.

Kerusakan yang ada diakibatkan perbuatan tangan manusia itu sendiri.

Alangkah indahnya pabila semua orang bisa menikmati hujan yang turun, hingga iapun kan tersadar untuk memelihara lingkungannya agar tak menghambat laju perjalanan air hujan yang deras mengalir membasahi bumi yang tandus dan menumbuhkan pepohonan derta buah – buahan. Bahkan dengan air hujan itupun Allah meneguhkan langkah kita.

3 thoughts on “HUJAN

  1. dulu karena ga mengerti, saya juga termasuk kaum yang menggerutu, tapi setelah diperjalankan, akhirnya sekarang bisa menikmatinya sebagai rahmat…

  2. …dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu)….An-Anfaal 11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s