UJIAN& RASA BERSYUKUR

Seorang sahabat mengirimkan sms untukku tanggal 4 februari kemaren:

Harus ada rasa bersyukur di setiap kali ujian menjelma, itu jelas membuktikan Allah mengasihi kita stiap masa. Diuji keimanan sedangkan ramai terbiar dilalaikan. Hanya yang terpilih saja, antara berjuta mendapat rahmatNya. Allah rindu mendengarkan rintihan kita berkepanjangan. Hanya rasa syukur dan tabah untuk menghadapi segala ujian yang diberi. Insya Allah …

Ujian … Apa lagikah ujian itu?
Ujian adalah cobaan, cobaan adalah ujian. Nah lho sama aja.
Dalam perjalanan/ safar pengabdian pada Illahi ini ada saat- saat kita dicoba/ diuji untuk dinaikkan tingkatnya.

Seperti apa yang qalami beberapa hari terakhir ini, Ia mengujiq dan di saat aq tak berdaya lagi, di saat qserahkan sluruhnya padaNya maka di saat itulah aq diberikan jalan keluar dari ujian itu, hasilnya … Kini aq bahagia, hatiq dipenuhi dengan kebahagiaan yang mengalir deras& membuncah di dadaq yang kali ini harus qserahkan kembali kepadaNya, krn kebahagiaan ini milikNya. Alhamdulillahhirabbil’alamin …

Dalam kebahagiaanq ini … pagiq trasa indah (smoga slamanya Ya Allah … Amin …). Aq merasa Allah begitu dekaaaaaaaaaat sekali denganq (smoga inipun slamanya Ya Rabb … Amin …). Ia seakan- akan tengah menantiq di ruang training ESQ nanti (hari ini sampai hari minggu ada kelas Eksekutif Pak Ary Ginanjar Agustian) untuk menunggu rintihanq, tangisan bahagiaq ketika aq tlah berhasil melewati satu peperangan besar melawan  “saudara tua” (istilah iblis dari Bundaq yang baik, pengasih, penyayang).

Berhasil bukan karena diriq tapi karena rahmatNya kepadaq, sehingga Ia menarikq kembali ke garis orbitq.
Dan apakah garis orbitnya? Pak Ary mengatakan saat training ESQ Eksekutif Angk. 77,  tanggal 6 Februari 2009 di Menara/ Grha 165, garis orbit itu ada di QS Asy Syams (91). 9-10

Sungguh beruntung orang yang mensucikannya (jiwa itu)
Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya

Ketika aq berusaha membersihkan diri, maka muncullah fitrahq yang sesungguhnya.

Fitrah kebaikan, fitrah memaafkan, fitrah mengasihi, fitrah menyayang, fitrah sabar (self controlling) dan fitrah untuk peduli serta berbuat adil. Subhanallah … satu persatu dengan sendirinya muncul yach suara hati yang telah built ini di hatiq (Allah meniupkannya pada seluruh manusia). Asma’ul Husna (99 asma’Nya yang telah Ia tiupkan kepada qt).

Tanpa aq perlu susah payah untuk mengeluarkannya, karena fitrah tadi keluar dengan sendirinya ketika aq menyerahkan diriq total untuk dituntunNya, dibimbingNya keluar dari masalahq.

Seperti kata guruq Bp Yusdeka (semoga beliau mengizinkan aq menjadi muridnya) di milis dzikrullah … orang taqwa pastilah diberi jalan keluar dari masalahnya, kalau tidak bisa keluar ya patut dipertanyakan taqwanya.

Smoga Allah memasukkanq, kita ke dalam golongan orang- orang yang bertaqwa dan orang- orang yang khusyu’ Ya Allah … Amin Ya Allah … Ya Mujib ….

Guruq Bp Ary Ginanjar Agustian (sekali lagi kalau beliau mengizinkan aq menjadikan beliau sbg guruq, dan aq muridnya) mengatakan;

Surga itu bertingkat- tingkat, jika seorang hamba tidak bisa mencapainya melalui amalannya maka ia akan diuji</blockquote

Jangan pernah minta tidak diuji kepada Allah, karena sama saja kita tidak beriman. Lho kenapa tidak beriman? Karena ujian itu pasti, bukankah Allah mengatakan dalam QS Al Ankabut (29). ayat 1:

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan “kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji?

Biarkan sajalah Allah menguji kita, karena itu pasti, sunatullah, ketentuan Allah yang berlaku kepada tiap manusia. Yang penting saat kita diuji itu, kita ingat ada Allah yang mendampingi kita melewati ujian itu. Kemaren (5 Februari 2009) di TPI, seorang host sebuah acara religi (Ali Zaenal) mengatakan ketika kita diuji itulah kita mengetahui keimanan.

Allah ngasi kemudahan koq buat kita melewati ujian itu, tinggal berdo’a saja padaNya sesuai do’a yang sudah diberikanNya dalam QS Al Baqarah ayat terakhir (QS 2.286) :

Allah tidak membani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdo’a) ” Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang- orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah engkau pikulkan kepad kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, maka tolonglah kami menghadapi orang- orang kafir.”

Mudah bukan?

Kita aja yang suka menyusahkan diri sendiri, suka muter-muter… ada jalan yang mudah, koq nyari jalan yang sulit. Digampangkan koq ya mempersulit diri… Tinggal ikut aja koq ya mencla mencle, protes sana sini, sok ngandelin kekuatan diri, padahal sesungguhnya kita ini lemah kalau tidak dimudahkan Allah.

Semua jalan ada di petanya (Al Qur’an). Cara baca petanya? Ya mudah … Tinggal dibaca aja. Trus artinya? Ya nggak usah diarti arti in, kan sudah ada tafsirnya. Mudah koq, tinggal buka ayatnya dan baca tafsirnya, yang menafsirkan kan sudah ada ahli tafsir… tafsir- tafsir yang sudah diakui, tidak perlu qt tafsirkanlah, kan kita bukan ahlinya. Tinggal kita baca tafsirnya, terus baca Al Qur’annya (QS Al Ankabut (29).45)

Bacalah Kitab (Al Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan laksankanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. 

Karena Al Qur’an itu mudah dipahami sesuai bahasa kita (QS Ad Dukhan (44).58)

Sungguh, Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu agar mereka mendapat pelajaran.

Jangan lupa sebelum membaca Alqur’an itu ta’awudz dulu (QS An Nahl (16) ayat 98)

Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk

Setelah itu bacalah Basmallah (QS Al Fatihah (1) ayat 1)

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

 Saat membaca Qur’an jangan buru buru membacanya (QS Al Muzamil (73) ayat 4)

atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al Qr’an itu dengan perlahan- lahan

Setelah baca, resapi, pelajari (QS Ad Dukhan (44) ayat 58)

Sungguh, Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu agar mereka mendapat pelajaran

Kemudian pahami (QS 12 (Yusuf) ayat 1-2)

Aligf Lam Ra. Ini adalah ayat- ayat Kitab (Al Qur’an) yang jelas.

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Qur’an berbahasa arab, agar kamu mengerti

Laksanakan sesuai yang tlah kita baca, pelajari dan pahami itu ( QS As- Saff (61) ayat 3)

(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa – apa  yang tidak kamu kerjakan

Amalkan (QS Ali Imran (3) ayat 136)

Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga- surga yang mengalir di bawahnya sungai- sungai. Dan (itulah) sebaik- baik pahala bagi orang- orang yang beramal

Jangan sembunyikan/ syi’arkan, sampaikan (QS Ali Imran (3) ayat 138)

Inilah (Al Qur’an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang – orang yang bertakwa

Jangan lupa diulang- ulang lagi proses di atas mulai dari BACA (QS Fajir (35) ayat 29)

Sesungguhnya orang- orang yang selalu membaca Kitab Allah 9Al Qur’an) dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam- diam dan terang- terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi

Nah mudah bukan membaca, mempelajari dan mengikuti tuntunan (peta) dari Allah, peta yang diberikan Allah kepada manusia dengan perantaraan wahyu yang disampaikan kepada Rasulullah SAW. Tidak salah Rasulullah mengatakan telah kutinggalkan dua pegangan hidup untukmu yaitu Al Qur’an dan Hadist. Tinggal manusianya saja yang mau memakainya atau tidak, mau membacanya atau tidak. Kalau mau beruntung pasti nggak akan nyasar kemana- mana, wong petanya dari Allah koq yang menciptakan manusia, yang tahu spare partnya kita dan tahu banget, ngerti banget kebutuhan kita.

Nah jangan pernah takut lagi ya sama ujianNya (termasuk diriq, aku takut banget diuji … eee… malah susah lulusnya dech kemaren, jadinya diuji nterus- terusan dengan masalah yang sama. Alhamdulillah berkat Allah … aq dikeluarkan dengan cepat dan indahnya darisana). Sekarang kalau ada ujian, tinggal do’a aja ma Allah. Do’anya sesuai yang dikasi Allah dalam QS Al Baqarah (2 ) ayat terakhir (ada di atas). Pasti dech dikabulkan Allah, wong itu janjinya Allah koq.

Kan Allah bilang di Al Qur’an minta ke Allah (QS Al Mu’min (40) ayat 60)

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang- orang yang sombong tidak mau menyembahKu akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina- dina

Bahkan ibuq ngajarinnya setiap malam saat mau tidur, jangan lupa do’a mau tidur, QS An Anas, QS Al ,Alaq, QS Al Ikhlas , ayat kursi dan ayat terakhir surat Al Baqarah.

Jadi enak dech … jadi enjoy aja ngejalanin safar kita ini yang jelas misinya yaitu PENGABDIAN PADA ALLAH, jelas tujuannya yaitu PERJUMPAAN ABADI DENGAN ALLAH SWT (smoga kami khusnul khatimah Ya Allah … nafs mutmainah, hati puas dan engkau ridhai. Amin Ya Allah …).

Ketika keluar dari masalah itu, naik ke surga yang lebih tinggi dech. Amin …

Bukankah surga namanya kalu hidup kita trasa lapang, indah, bahagia, memandang dan merasakan apapun yang ada hanya hati yang lapang, yang terlihat hanya pemandangan yang indah dan hati yang dipenuhi dengan kebahagiaan yang membuncah yang tak bisa dilukiskan, digambarkan dan dituliskan dengan kata- kata, yang tak terbayangkan oleh pikiran tapi hanya diturunkan begitu saja dariNya dan dirasakan rasa bahagia itu.

Allahu Akbar …

Allahu Akbar …

Allahu Akbar …

Trima kasih Ya Allah, tlah Kau tunjukkan jalanmu padaq, pada kami. Smoga kami slalu menjadi hamba-2Mu yang mukhlis (yang berserah diri) padaMu. Sujud melebihi sujudnya matahari, bulan, siang, malam, langit beserta seluruh binaannya, bumi serta yang ada di hamparannya. Sehingga sempurnalah jiwa kami hingga tiba waktu perjumpaan dgn Mu.

Karena sesungguhnya fitrah kami sujud padaMu, kami mau ataupun tidak mau. Dan itu pasti karna tlah Kaugoreskan dalam QalamMu QS Ar Ra’d (13) ayat 15

Dan semua sujud kepada Allah baik yang di langit maupun yang ada di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa (dan sujud pula) bayang- bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari.

Asyhadu anla ilaha ilallah … wa asyhadu anna muhammadarrasulullah

Allahumma shali ‘ala muhammad wa ‘ala ‘ali muhammad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s